Kamis, 12 April 2012

Potensi Alam Belitong tak Kalah dengan Thailand

0 komentar
thai2.jpg
ist
Suasana Pantai Pattaya


Negeri Gajah Putih, begitu sebutan untuk Thailand yang merupakan salah satu negara di kawasan Asia Tenggara, yang memiliki obyek wisata menawan. Negara yang terkenal dengan carbaret shownya ini memiliki magnet yang luar biasa dalam memikat wisatawan, terutama wisatawan mancanegra untuk datang berbondong-bondong mengunjungi negara yang juga terkenal dengan olahraga thai boxingnya. Entah apa yang membuat wisatawan wajib mengunjungi tempat ini.

Lima pelaku wisata Belitung diantaranya Pimpinan Belitungisland.com Kusumah Kosasih, Pimpinan de belitong tour Riviani, Pimpinan Belitung Travel Kusdian, Pimpinan Belitung.net Santi dan Pimpinan Levi Tour Agus Pahlevi tertarik mengunjungi negara yang terkenal dengan Pantai Pattaya-nya ini.

Selama empat hari, tanggal 14 Maret 2012 hingga 17 Maret 2012, kelima pelaku wisata Belitung ini mendapat undangan dari salah satu mitra pariwisata yang berada di Bangkok, Thailand dalam rangka promosi daerah wisata Bangkok Pattaya kepada 40 travel agency asal Indonesia. Pada kesempatan ini pula kelima pelaku wisata mencoba mengamati mengapa magnet Thailand begitu kuat untuk menarik minat wisatawan, yang menurut pelaku wisata Belitung kondisi alamnya biasa saja.

Riviani, pimpinan de belitong tour mengungkapkan, sebenarnya potensi alam Thailand ini biasa saja. Kondisi kehidupan masyarakat tidak beda halnya seperti di Indonesia. Akan tetapi Thailand memiliki packaging yang sangat luar biasa. Pantai Pattaya misalnya, Pattaya adalah pantai yang biasa saja, pasirnya pun tidak seputih dan selembut deretan pantai di Belitung. Akan tetapi Pantai Pattaya tidak pernah sepi dari wisatawan asing.

Di sepanjang Pantai Pattaya hanya terdapat deretan pohon kelapa dan fasilitas pendukung yang menunjang kenyamanan wisatawan menikmati pantai, mulai dari payung-payung pantai, petugas kebersihan, tourist information center (TIC), beach guard, rambu-rambu yang di pasang di laut,  serta penyedia makan dan minum yang tertata rapi.

Santi, Pimpinan Belitung.net menambahkan, pemerintah dan masyarakat Thailand sangat terbuka dalam pengembangan pariwisatanya. Sehingga sangat menunjang kenyamanan wisatawan yang membuat wisatawan tinggal sangat lama di kawasan wisata. Wisatawan banyak difasilitasi sarana restoran, sarana hiburan, dan tempat-tempat yang diperlukan oleh wisatawan lainnya yang membuat wisatawan betah dan seperti di rumahnya sendiri.

Kusdian, pimpinan Belitung Travel mengatakan, kelebihan Thailand dari Belitung adalah dalam hal penataan destinasi, disini terkesan rapi dan teratur. Kusdian menambahkan, selain tertata, masyarakat yang berada didestinasipun sangat mendukung salah satunya dengan cara menjaga destinasi tetap bersih, nyaman dan aman.

Kusuma Kosasih, pimpinan Belitungisland.com mengungkapkan, sebenarnya Thailand ini biasa saja, potensi alamnya lebih bagus Belitung, budaya sama punya dengan Belitung, akan tetapi mereka bisa mengemas pariwisata mereka dengan mempertunjukkan tradisi budaya. Sehingga terkesan lengkap.

Agus Pahlevi, pimpinan Levi Tour menyimpulkan setiap daerah memiliki alam dan budaya yang pasti berbeda, unik dan menarik. Perbedaan ini merupakan peluang sebagai magnet untuk menarik minat wisatawan yang disebut potensi pariwisata. Potensi-potensi ini perlu dikemas menjadi suatu produk pariwisata yang didalamnya terdapat berbagai nilai yang mendukung aktivitas wisata. Sehingga wisatawan memperoleh kemudahan dan menjadi nyaman ketika tinggal di daerah tujuan wisata.

Sajian wisata tidak hanya wisata alam, akan tetapi juga wisata buatan, dimana sengaja dibuat untuk menunjang kebutuhan wisatawan yang belum terakomodir di alam (tradisi dan budaya) dimana daya tarik wisata berasal. Untuk itulah perlu adanya pengembangan yang seimbang demi menunjang kemajuan pariwisata.

Selain itu, keterbukaan dalam pemahaman pariwisata juga diperlukan, sehingga tumbuh toleransi antara alam dan masyarakat dalam mengembangkan dan memajukan pariwisata. Kesemuanya itu tidak lepas dari peran dan kerjasama baik masyarakat, pemerintah dan pihak swasta.

Minggu, 04 Maret 2012

Pantai Pasir Padi

0 komentar
Kepulauan Bangka Belitung atau lebih populer dengan sebutan Babel merupakan provinsi baru dari pecahan Sumatera Selatan. Kepulauan dengan luas 81.724,74 km2 dan berpenduduk 1.000.177 jiwa ini merupakan provinsi yang kaya akan wisata baharinya. Dengan ibukota Pangkal Pinang yang disahkan pada 9 Februari 2002, Kepulauan Babel sejak dahulu terkenal dengan hasil tambang timah dan lada putihnya.

Membicarakan akan wisata baharinya, Babel mempunyai beberapa pantai yang sangat begitu indah dan mempesona. Pantai Pasir Padi merupakan salah satu dari sekian pantai yang menyimpan keindahan yang sangat menawan. Bagi warga Pangkalpinang, kota berpenduduk sekitar 134.000 jiwa, Pasir Padi merupakan satu-satunya tempat wisata pantai di kota itu. Pantai ini terletak di Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang. Pantai yang menghadap Laut Cina Selatan ini memiliki dasar pantai landai sejauh 100-300 meter ke arah laut. Ombak laut yang begitu tenang membuat pantai itu terasa aman untuk mandi.

Decak kagum terasa ketika melihat keindahan pemandangan pantai dengan lautnya yang membiru serta berpasir bersih memanjang sejauh mata memandang. Sebuah keindahan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Di pantai ini selain berenang, para wisatawan juga bisa berlayar menuju dua pulau kecil yang terletak sekitar 2 mil dari bibir pantai dengan menggunakan perahu-perahu layar milik nelayan. Dua Pulau tersebut yaitu; Pulau Panjang dan pulau Semajun. Di Pulau Panjang kita bisa melihat kesibukan para keluarga nelayan serta membeli dan menikmati hasil tangkapan mereka seperti; ikan, kepiting, dan sebagainya. Lain halnya di Pulau Semajun, sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni.
Jika hari-hari libur, pantai ini dipenuhi oleh para pengunjung yang ingin berenang atau merasakan hangatnya matahari dengan berjemur. Selain itu, pengunjung rutin yang menikmati keindahan pantai itu adalah puluhan anak muda yang bertempat tinggal di desa-desa sekitar pantai. Mereka datang bukan untuk mandi di pantai atau sekadar berjemur, tetapi bermain sepak bola.

Di pantai mobil-mobil para pengunjung pun dengan bebas berlalu lalang di hamparan pasir pantai. Kerasnya pasir pantai, baik yang basah maupun yang kering, menyebabkan roda tidak amblas ke dalam pasir. Pantai ini pun sering dijadikan arena adu balap motor. Fasilitas-fasilitas penunjang seperti, tempat penginapan, restoran dan tempat pemancingan terdapat disana.
Sebagai propinsi kepulauan, Bangka Belitung memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang pariwisata bahari. Hampir semua pantai di Kepulauan ini adalah merupakan tipikal pantai santai yang berpasir putih dengan ombak yang sangat tenang. Pantai-pantai yang sangat landai tersebut masih sangat bersih dan alami karena tingkat polusi tanah dan air yang belum terlalu besar di lingkungan pesisir.

Pantai Tanjung Berikat

0 komentar


Pantai Tanjung Berikat berjarak lebih kurang 60,6 km dari kota Koba ke arah timur, tepatnya berada di paling ujung timur Pulang Bangka. Pantai ini sangat cantik saat matahari akan terbenam di sebelah barat. Di bagian paling menjorok kelaut, terdapat sebuah mercusuar. Walaupun tanjung berikan cukup jauh dari kota bahkan dari keramaian masyarakat, akses kekawasan ini mudah karena sudah terbentang jalan raya beraspal. Tidak jauh dari Tanjung Berikat, agak ke darat, di desa berikat, terdapat tugu ABRI Masuk Desa (AMD).

Saat ini Pantai Tanjung Berikat telah dimasukkan sebagai daerah tujuan wisata Kabupaten Bangka Tengah dan acara adat taber laut juga diagendakan dalam agenda wisata untuk mendukung program “VISIT BABEL ARCHY 2010“.
Rencana pembangunan pelabuhan Tanjung Berikat Kabupaten Bangka Tengah oleh pemerintah provinsi bakal terwujud. Pelabuhan ini dirancang bertaraf internasional dan diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Bila tidak ada halangan pembangunan fisik pelabuhan Tanjung Berikat akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Hasil studi kelayakan Direktorat Jendral Kelautan Jakarta lokasinya sudah baik, bisa dibangun pelabuhan yang lebih representatif, hanya saja terkendala lahan pelabuhan. Selain langsung berhubungan dengan laut lepas, jarak dengan Jakarta dan China Selatan tidak jauh kalau dilihat dari letak dan posisinya.
Di pelabuhan ini nantinya, bisa bersandar kapal-kapal besar dengan kedalaman paling rendah sembilan meter. Berbeda dengan pelabuhan Pangkalbalam dengan kedalaman sekitar empat meter.
Semoga saja ide untuk menjadikan pantai tanjung berikat sebagai pelabuhan bertaraf internasional dapat segera terwujud karena dengan berdirinya pelabuhan tersebut akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Hotel Aston Soll Marina Bangka

0 komentar
Hotel Aston Soll Marina Bangka berjalan seiring dengan perkembangan jaman, bisnis perhotelan di Indonesia juga maju pesat. Jejaring perhotelan raksasa dunia banyak mempercayakan Indonesia sebagai lokasi pengembangan bisnis mereka.

Di seluruh penjuru Indonesia khususnya di kota-kota besar tidak lagi sulit mencari pilihan hotel berbintang. Tinggal anda yang menentukan hotel mana yang sesuai dengan keperluan anda, apakah untuk melakukan perjalanan bisnis, kepentingan korporat, liburan keluarga atau berbulan madu romantis.
Fasilitas hotel-hotel berbintang Indonesia juga semakin ketat berkompetisi dalam mengakomodasi tiap kebutuhan dan keinginan kustomer. Dari fasilitas MICE, akses wi-fi, ball room. Juga mengunggulkan keunikan dan pesona tersendiri tanpa meninggalakan kecanggihan serta profesionalitas pelayanan yang berbungkus senyuman ramah. Lokasi mereka yang biasanya terletak di area strategis, hingga mempermudah anda menjangkau pusat perkantoran, area komersil, niaga serta hiburan.
Nuansa yang ditawarkan pun semakin beragam dan menarik seperti nuansa Mediterania, Timur Tengah, gaya klasik Eropa, paduan unsur modern dan tradisional, gaya minimalis, bahkan yang funky dan unik pun dapat anda dapatkan.

Voucher hotel murah merupakan solusi untuk dapat tetap menikmati fasilitas Hotel di Bangka dengan harga terjangkau. Khususnya bagi pasangan muda yang berbulan madu, dapat menghubungi Bangka Travel untuk memperoleh pengalaman indah yang tak terlupakan.
Tak hanya untuk Akomodasi di Bangka dan Penginapan di Bangka, tapi juga berbagai kota di seluruh Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Batam, Ambon, Semarang, Bandung dan semua kota di Indonesia.

Pantai Tanjung Pesona

0 komentar
Objek Wisata Pantai Tanjung Pesona ini terletak di Desa Rambak, Kecamatan Sungailiat. Berjarak 9 km dari kota Sungailiat kabupaten Bangka. Pantai ini berada di tengah tempat antara Pantai Teluk Uber dan Pantai Tikus. Pantai ini mempunyai panorama laut lepas, di atas tanjung dengan bebatuan yang besar.

Pantai ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas wisata, dengan klasifikasi hotel berbintang tiga. jika Melihat kelaut, pantai ini memiliki pemandangan yang indah, air laut yang cukup tenang untukberenang, tapi sayang kalau melihat ke pinggir pantainya sudah tidak alami dan terkesan tidak terawat lagi. Bagi anda yang ingin menikmati hembusan angin laut dibawah pepohonan, pantai ini cukup baik anda kunjungi

Sejarah Asal Mula Pulau Bangka

0 komentar
Sejarah mengungkapkan bahwa Pulau Bangka pernah dihuni oleh orang-orang Hindu dalam abad ke-7. pada masa Kerajaan Sriwijaya pula Bangka termasuk pula sebagai daerah yang takluk dari kerajaan yang besar itu. Demikian pula kerajaan Majapahit dan Mataram tercatat pula sebagai kerajaan-kerajaan yang pernah menguasai Pulau Bangka.
Namun pada masa itu pulau Bangka baru sedikit mendapat perhatian, meskipun letaknya yang strategis ditengah-tengah alur lalu lintas setelah orang-orang daratan Asia maupun Eropa berlomba-lomba ke Indonesia dengan ditemukannya rempah-rempah. Kurangnya perhatian dari para bajak laut yang menimbulkan penderitaan bagi penduduknya.
Untuk mengatasi kekacauan yang terjadi, Sultan Johor dengan sekutunya Sutan dan Raja Alam Harimau Garang. Setelah melakukan tugasnya dengan baik, juga mengembangkan Agama Islam ditempat kedudukannya masing-masing Kotawaringin dan Bangkakota. Namun sayangnya hal ini tidak berlangsung lama, kemudian kembali pulau Bangka menjadi sarang kaum bajak laut.

Karena merasa turut dirugikan dengan dirampasnya kapal-kapalmya maka Sultan Banten mengirimkan Bupati Nusantara untuk membasmi bajak-bajak laut tersebut, kemudian Bupati Nusantara untuk beberapa lama memerintah Bangka dengan gelar Raja Muda. Diceritakan pula bahwa Panglima Banten, Ratu Bagus yang terpaksa mundur dari pertikaiannya dengan Sultan Palembang, menuju ke Bangka Kota dan wafat disana.

Setelah Bupati Nusantara wafat, kekuasaan jatuh ketangan putri tunggalnya dan karena putrinya ini dikawinkan dengan Sultan Palembang, Abdurrachman (1659-1707), dengan sendirinya pulau Bangka menjadi bagian dari Kesultanan Palembang.

Pada tahun 1707 Sultan Abdurrachman wafat, dan ia digantikan oleh putranya Ratu Muhammad Mansyur (1707-1715).

Namun Ratu Anum Kamaruddin adik kandung Ratu Muhammad Mansyur kemudian mengangkat dirinya sebagai Sultan Palembang, menggantikan abangnya (1715-1724), walaupun abangnya telah berpesan sebelum wafat, supaya putranya Mahmud Badaruddin menyingkir ke Johor dan Siantan, sekalipun secara formal sudah diangkat juga rakyat menjadi Sultan Palembang.

Tetapi pada tahun 1724 Mahmud Badaruddin dengan bantuan Angkatan Perang Sultan Johor merebut kembali Palembang dari pamannya.

Kekuasaan atas pulau Bangka selanjutnya diserahkan oleh Mahmud Badaruddin kepada Wan Akup, yang sejak beberapa waktu telah pindah dari Siantan ke Bangka bersama dua orang adiknya Wan Abduljabar dan Wan Serin.
Kemudian atas dasar Konversi London tanggal 13 Agustus 1814, Belanda menerima kembali dari Inggris daerah-daerah yang pernah didudukinya ditahun 1803 termasuk beberapa daerah Kesultanan Palembang. Serah terima dilakukan antara M.H. Court (Inggris) dengan K. Heynes (Belanda) di Mentok pada tanggal 10 Desember 1816.

Kecurangan-kecurangan, pemerasan-pemerasan, pengurasan dan pengangkutan hasil Timah yang tidak menentu, yang dilakukan oleh VOC dan Ingris (EIC) akhirnya sampailah pada situasi hilangnya kesabaran rakyat. Apalagi setelah kembali kepada Belanda. Yang mulai menggali timah secara besar-besaran dan ang sama sekali tidak memikirkan nasib pribumi. Perang gerilya yang dilakukan di Musi Rawas untuk melawan Belanda, juga telah membangkitkan semangat perlawanan rakyat di Pulau Bangka dan Belitung.

Maka pecahlah pemberontakan-pemberontakan, selama bertahun-tahun rakyat Bangka mengadakan perlawanan, berjuang mati-matian utnuk mengusir Belanda dari daerahnya, dibawah pimpinan Depati Merawang, Depati Amir, Depati Bahrin, dan Tikal serta lainnya.

Kemudian istri Mahmud Badaruddin yang karena tidak serasi berdiam di Palembang diperkenankan suaminya menetap di Bangka dimana disebutkan bahwa istri Sultan Mahmud ini adalah anak dari Wan Abduljabar. Sejarah menyebutkan bahwa Wan Abduljabar adalah putra kedua dari abdulhayat seorang kepercayaan Sultan Johor untuk pemerintahan di Siantan, Abdulhayat ini semula adalah seorang pejabat tinggi kerajaan Cina bernama Lim Tau Kian, yang karena berselisih paham lalu melarikan diri ke Johor dan mendapat perlindungan dari Sultan. Ia kemudian masuk agama Islam dengan sebutan Abdulhayat, karena keahliannya diangkat oleh Sultan Johor menjadi kepala Negeri di Siantan.

Sekitar tahun 1709 diketemukan timah, yang mula-mula digali di Sungai Olin di Kecamatan Toboali oleh orang-orang johor atas pengalaman mereka di semenanjung Malaka. Dengan diketemukannya timah ini, mulailah pulau Bangka disinggahi oleh segala macam perahu dari Asia maupun Eropa.

Perusahaan-perusahaan penggalian timah pun semakin maju, sehingga Sultan Palembang mengirimkan orang-orangnya ke Semenanjung Negeri Cina untuk mencari tenaga-tenaga ahli yang kian terasa sangat diperlukan.

Pada tahun 1717 mulai diadakan perhubungan dagang dengan VOC untuk penjualan timah. Dengan bantuan kompeni ini, Sultan Palembang berusa membasmi bajak-bajak laut dan penyelundupan-penyelundupan timah. Pada tahun 1755 pemerintah Belanda mengirimkan misi dagangnya ke Palembang yang dipimpin oleh Van Haak, yang bermaksud untuk meninjau hasil timaha dan lada di Bangka. Pada sekitar tahun 1722 VOC mengadakan perjanjian yang mengikat dengan Sultan Ratu Anum Kamaruddin untuk membeli timah monopoli, dimana menurut laporan Van Haak perjanjian antara pemerintah Belanda dan Sultan Palembang berisi :

* Sultan hanya menjual timahnya kepada kompeni
* Kompeni dapat membeli timah sejumlah yang diperlukan.


Sebagai akibat perjanjian inilah kemudian banyak timah hasil pulau Bangka dijual dengan cara diselundupkan.
Selanjutnya tahun 1803 pemerintah Belanda mengirimkan misi lagi yang dipimpin oleh V.D. Bogarts dan Kapten Lombart, yang bermaksud mengadakan penyelidikan dengan seksama tentang timah di Bangka. Perjanjian Tuntang pada tanggal 18 September 1811 telah membawa nasib lain bagi pulau Bangka. Pada tanggal itu ditandatanganilah akta penyerahan dari pihak Belanda kepada pihak Inggris, dimana pulau Jawa dan daerah-daerah takluknya, Timor, Makasar, dan Palembang berikut daerah-daerah taklluknya menjadi jajahan Inggris.

Raffles mengirimkan utusannya ke Palembang untuk mengambil alih Loji Belanda di Sungai Aur, tetapi mereka ditolak oleh Sultan Mahmud Badaruddin II, karena kekuasaan Belanda di Palembang sebelum kapitulasi Tuntang sudah tidak ada lagi. Raffless merasa tidak senang dengan penolakan Sultan dan tetap menuntut agar Loji Sungai Aur diserahkan, juga menuntut agar Sultan menyerahkan tambang-tambang timah di pulau Bangka dan Belitung.

Pada tanggal 20 Maret 1812 Raffles mengirimkan Ekspedisi ke Palembang yang dipimpin oleh Jendral Mayor Roobert Rollo Gillespie. Namun Gillespie gagal bertemu dengan Sultan lalu Inggris mulai melaksanakan politik "Devide et Impera"nya. Gillespie mengangkat Pangeran Adipati sebagai Sultan Palembang denga gelar Sultan Ahmad Najamuddin II (tahun 1812).

Sebagai pengakuan Inggris terhadap Sultan Ahmad Najamuddin II dibuatlah perjanjian tersendiri agar pulau Bangka dan Belitung diserahkan kepada Inggris. Dalam perjalanan pulang ke Betawi lewat Mentok oleh Gillespie, kedua pulau itu diresmikan menjadi jajahan Inggris dengan diberi nama "Duke of Island" (20 Mei 1812).

Pantai Matras

0 komentar

Pantai landai berpasir putih halus sepanjang 3 km dilatarbelakangi pepohonan kelapa dan aliran sungai alami. Terletak di desa Matras, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat, yang terletak disebelah Timur Laut Pulau Bangka. Pantai ini amat indah dan landai. Pasirnya putih dan halus. Panjangnya mencapai 3 km dan lebar 20 -30 meter. Pantai Matras dilatarbelakangi pepohonan kelapa dan aliran sungai alami, hingga sering disebut sebagai Pantai Surga. Pantai ini merupakan pantai yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

SITE INFO

EXIT Jangan Lupa Follow Ya
 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com